Pelajaran Sang Keledai

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur.Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai, la mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.


Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.

La mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.

Renungan:
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" kesedihan dan masalah adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita pikiran dan hati kita dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.

Tahukah Anda.
Demi membasmi takhyul bahwa angka 13 adalah angka sial. pada tahun 1884, sekelompok warga Kota New York nekat mendirikan The Thirteen Club! Mereka sengaja menyelenggarakan pertemuan rutin pada tanggal 13 setiap bulan yang dimulai tepat pada pukul 13.13 di suatu gedung pertemuan bernomor 13, dihadiri 13 insan atau apabila lebih harus tepat berjumlah kelipatan 13, dengan iuran per anggota AS S 13 setiap bulan.

Mereka ingin membuktikan bahwa segenap anggota klab 13 itu sama sehat, sama makmur, sama selamat, sama beruntung, dan sama panjang-usia dengan anggota klab mana pun. Namun yang jelas, misi The Thirteen Club itu bernasib sial. Terbukti takhyul atas angka 13 sebagai sial itu tetap saja bertahan merajalela sampai masa kini.

Kata Bijak Hari Ini
Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan
mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. (William Feather)

Thursday. April 25 2002 7:07 AM

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel